5 Tips Membuat Portfolio Desain grafis yang Memukau

Bagi seorang desainer grafis, portfolio merupakan senjata untuk membantu mendapatkan proyek baru dari klien. Melalui portfolio lah klien akan menilai kemampuan dan karakter desain Anda, apakah memang sudah sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil desain Anda mungkin sudah sangat bagus, tetapi hal tersebut akan percuma jika Anda tidak dapat menyusunnya seefektif mungkin ke dalam portfolio. Oleh sebab itu, simak beberapa tipsnya dulu berikut ini.

1.  Hanya Cantumkan Desain yang Anda Senangi

desain-portfolio- desain-grafis-01
webdesignerdepot.com

Tips satu ini mungkin terdengar sangat basic, tetapi ternyata masih banyak desainer grafis yang mencantumkan sebanyak mungkin hasil desainnya pada portfolio. Padahal, portfolio ideal biasanya memiliki 10-12 desain. Selektif dalam memilih desain. Jangan mencantumkan desain yang tidak Anda senangi sepenuhnya. Usahakan pula agar desain-desain yang Anda cantumkan tidak terlalu jadul. Namun, jika Anda tidak memiliki 10-12 contoh desain yang benar-benar kuat, jangan memaksakan diri. Apabila hanya memiliki lima desain, maka cantumkan saja kelima desain tersebut

2. Tuliskan Sedikit Cerita di Balik Setiap Desain

desain-portfolio- desain-grafis-02
thealmanac.org

Ingatlah bahwa orang-orang yang melihat portfolio Anda tidak begitu familiar dengan desain yang ada di dalamnya. Hanya karena sesuatu terlihat bagus, bukan berarti klien Anda tahu apa yang sedang dilihatnya. Untuk itu, sebaiknya Anda mencantumkan sedikit detail atau cerita di setiap desain yang Anda masukkan ke portfolio. Dengan begitu, klien Anda bisa mendapatkan insight tentang makna di balik desain-desain yang Anda ciptakan. Jangan lupa bahwa desain bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses yang terjadi di baliknya.

3. Tunjukkan Proses Pembuatan Desain

desain-portfolio- desain-grafis-03
shillingtoneducation.com

Apabila memungkinkan, jangan hanya menuliskan cerita di balik setiap desain dalam portfolio Anda. Tunjukkan pula bagaimana proses yang Anda lalui dalam membuat desain-desain tersebut. Tidak harus menunjukkan keseluruhan prosesnya, cantumkan saja beberapa foto atau screenshot berupa step-by-step. Atau mungkin Anda bisa menunjukkan sketsa dari pensil yang Anda gambar sebelum akhirnya diolah kembali dalam bentuk digital. Proses-proses ini bisa membantu menunjukkan kemampuan desain Anda secara lebih detail.

4. Sertakan Desain yang Anda Buat di Waktu Senggang

desain-portfolio- desain-grafis-04
athemes.com

Demi menunjukkan bahwa Anda bisa bekerja sama dengan orang lain dan menghasilkan desain yang diharapkan, Anda pun mencantumkan desain-desain yang Anda buat untuk klien pada portfolio Anda. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tetapi jangan lupa untuk mencantumkan desain-desain yang Anda buat berdasarkan kemauan sendiri. Melalui desain ini, calon klien bisa melihat bagaimana Anda mengekspresikan sisi kreativitas Anda dan passion apa yang Anda tekuni apabila tidak dibatasi oleh berbagai ketentuan dari klien.

5. Sesuaikan Portfolio dengan Perusahaan yang Dilamar

desain-portfolio- desain-grafis-005
kaliumtheme.com

Hanya karena Anda harus memilih desain yang benar-benar Anda senangi dalam portfolio, bukan berarti Anda bisa mencantumkan desain yang sama untuk setiap klien. Sebelum bertemu dengan calon klien baru, selalu sesuaikan isi desain pada portfolio dengan kebutuhan bisnis klien tersebut. Misalnya, Anda sangat bangga dengan desain bertema fashion yang pernah dibuat, tetapi belum tentu klien Anda yang menggeluti bisnis kuliner merasa cocok dengan desain tersebut. Menyesuaikan portfolio dengan calon klien akan membuat portfolio Anda tampak lebih personal dan tepat sasaran.

Perlakukan portfolio Anda sebagai media branding diri sendiri. Jika perlu, Anda bisa membuat logo nama Anda dan mencantumkannya pada setiap desain. Melakukan branding terhadap diri sendiri menunjukkan bahwa Anda mampu membangun dan menjaga identitas brand, yang mana juga bisa Anda lakukan untuk klien Anda.

Language »