Bagaimana Menjadi Karyawan Idaman Pemimpin Perusahaan,..

Banyak orang ingin menjadi seorang karyawan yang semakin baik dari hari ke hari. Alasan mereka pun bermacam-macam. Misalnya ada yang karena murni ingin mendapatkan kenaikan jabatan, agar lebih mudah mencari pekerjaan pada kemudian hari, benar-benar ingin membantu perusahaan dan sang bos, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Lalu bagaimana menjadi karyawan idaman pemimpin perusahaan? Inilah tujuh cara yang dapat Anda lakukan:

1. Selalu melakukan yang terbaik

30bc315bb659df21e17a735559cc7049

Jika Anda ingin tahu bagaimana menjadi karyawan idaman, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah selalu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan Anda.

Walaupun bos Anda jarang sekali atau malah tidak pernah memberikan kredit atau mengapresiasi hasil pekerjaan Anda, tetap berikan yang terbaik. Melakukan setiap pekerjaan dengan sepenuh hati bukan hanya baik untuk perusahaan, namun juga baik untuk diri Anda sendiri.


2. Bersikap profesional

professionalism

Anda wajib bersikap profesional saat Anda bekerja. Profesional bukan berarti Anda selalu serius saat bekerja dan tidak pernah bercanda.

Terdapat perbedaan antara orang yang menyenangkan untuk diajak bekerja bersama dan orang yang selalu hanya bermain-main saja. Menyenangkan berarti kepribadian Anda disukai, Anda dapat membuat lelucon atau candaan yang dapat membuat rekan-rekan kerja tersenyum sehingga suasana kerja tidak membosankan. Sementara orang yang hanya bermain-main adalah orang yang membuang-buang waktu sendiri dan orang lain dan tak pernah beres dalam melakukan pekerjaannya.


3. Menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan kerja

professionalism

Hubungan baik dengan rekan-rekan kerja diperlukan agar suasana kerja menjadi menyenangkan. Tidaklah menyenangkan jika suasana kerja tidak enak, suasana hati pun menjadi buruk.

Perlakukan setiap orang dengan sopan dan penuh rasa hormat. Membangun reputasi bukanlah pekerjaan semalam, itu dibangun sedikit demi sedikit dan merupakan salah satu cerminan karakter Anda. Membangun reputasi bisa dipupuk dari bagaimana kualitas hasil pekerjaan Anda, bagaimana Anda memperlakukan rekan kerja, apakah Anda memiliki kesungguhan hati untuk menyelesaikan tantangan dalam pekerjaan termasuk yang membuat Anda bergumul, apakah Anda take ownership atas kesalahan yang diperbuat, dan masih banyak lagi hal-hal yang terlihat remeh…namun sangat penting jika Anda ingin membangun sebuah reputasi yang baik.


4. Disiplin dan tepat waktu

bkg_professionalism

Pada umumnya bos menyukai karyawan yang disiplin dan tepat waktu. Jangan menunda-nunda pekerjaan dan jadilah seproduktif mungkin. Selesaikan apa yang sedang Anda kerjakan, dan jika sudah selesai maka segeralah beralih mengerjakan yang lain.


5. Saling menghargai satu sama lain

qc-903

Berikan apresiasi kepada bos atau rekan kerja Anda kapan pun mereka melakukan kebaikan atau memberikan bantuan untuk Anda. Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang wah, cukup dengan ucapan terima kasih. Terima kasih adalah ungkapan sederhana yang dapat membuat orang menyunggingkan senyum di bibirnya.


6. Ringan tangan dan menjadi pemain tim yang baik

26-0-what-makes-you-a-team-player

Perusahaan biasanya memiliki tim-tim di dalamnya. Karyawan ideal adalah karyawan yang tak akan segan membantu rekan kerja yang membutuhkan bantuan atau mengalami kesulitan dalam pekerjaannya.

Selain itu, karyawan ideal adalah karyawan yang dapat bekerja sama dengan baik dalam tim, tidak bersikeras bahwa pendapatnya adalah selalu yang paling benar dan paling baik sehingga harus selalu dituruti oleh yang lain.


7. Memiliki kualitas sebagai pemimpin

17c24a6a359a34708cea4c1f83f08aa8

Jika Anda ingin menjadi karyawan idaman, maka akan sangat baik jika Anda juga memiliki kualitas sebagai pemimpin, walaupun mungkin atasan Anda tidak terlalu memiliki jiwa kepemimpinan seperti yang diharapkan oleh para karyawannya.

Di mana letak perbedaan seorang bos dan seorang pemimpin? Mengutip perkataan Russell H. Ewing: “Seorang bos menciptakan ketakutan, seorang pemimpin menciptakan kepercayaan diri. Seorang bos menyalahkan orang atas kesalahan yang terjadi, seorang pemimpin memperbaiki kesalahan. Seorang bos tahu segalanya, seorang pemimpin menanyakan berbagai pertanyaan. Seorang bos membuat pekerjaan terasa membosankan, seorang pemimpin membuatnya menarik.”

Language »