Ride Hailing

Ride hailing adalah jasa transportasi yang menggunakan platform online, seperti aplikasi di smartphone yang menghubungkan antara penumpang dengan pengemudi. Pengguna ride hailing harus menentukan tujuan dan kemudian memesan kendaraaan beserta dengan pengemudinya sebelum melakukan perjalanan.

Dalam beberapa tahun terakhir Grab dan Gojek mendominasi pasar transportasi online Asia Tenggara. Keduanya berusaha saling menjegal demi menguasai pasar Asia Tenggara yang besar.
Ketatnya persaingan kedua perusahaan ini dapat dilihat dari dukungan investor kakap di belakangnya. Gojek dengan Google, Temasek, Warburg Pincus dan Tencent, sementara Grab didanai oleh SoftBank, Microsoft dan Didi Chuxing.

Persaingan juga terlihat saling mengikuti bisnis sama lain. Selain transportasi online, Gojek dan Grab sudah masuk bisnis pengiriman makanan (food delivery) dan pembayaran digital (payment). Kedua juga berusaha menjadi super app, yang menyediakan berbagai layanan dalam satu aplikasi.
Bukti lainnya, aksi bakar uang melalui diskon dan cashback, yang dilakukan untuk mengakuisisi pelanggan. Meski sudah hampir lima tahun lebih bersaing belum ada tanda-tanda berhenti membakar uang.

Meski sudah ekspansi di negara-negara Asia Tenggara, sejati fokus utama Grab dan Gojek adalah memenangkan pasar Indonesia, negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

Grab dan Go-Jek bersaing ketat untuk menguasai pasar ride hailing Indonesia. Bagaimana tidak, hanya tinggal tersedia dua perusahaan transportasi online ini di Indonesia setelah Uber diakuisisi oleh Grab. Lalu, siapakah yang berhasil menguasai pasar ride hailing Indonesia?

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Karmadibrata, mengaku bahwa perusahaannya mampu menguasai pasar ride hailing Indonesia. Penguasaan pasarnya mencapai 65 persen. Itu artinya, Go-Jek yang merupakan perusahaan asli dalam negeri justru kalah saing. “Kepercayaan masyarakat terhadap Grab terus meningkat. Kami juga terus menyajikan keamanan dan teknologi terbaru, sehingga menjadi layanan yang dipercaya masyarakat Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip dari liputan6.com (29/8/2018). Layanan Grab pun semakin meluas ke seluruh penjuru negeri. Menurut Ridzki, saat ini perusahaan yang bermarkas di Singapura ini sudah menjangkau 137 kota di Indonesia. Begitu juga dengan layanan GrabFood-nya yang sudah hadir di 30 kota dan akan terus bertambah. “Dalam enam bulan terakhir, Gross Merchandise Value (GMV) GrabFood tumbuh tiga kali lipat,” ucapnya. Nama Grab bertambah harum di Tanah Air ketika perusahaan tersebut mendukung kesuksesan penyelenggaraan Asian Games dengan menjalankan kampanye #KemenanganItuDekat dan #CeritaKemenangan. Melalui gerakan ini, Grab ingin mengalirkan semangat kepada atlet-atlet Indonesia dan masyarakat luas. Dalam kampanye tersebut, Grab melibatkan tujuh legenda olahraga nasional, Tati Sumirah (bulutangkis), Ellyas Pical (tinju), Nico Thomas (tinju), Pascal Wimar (voli), Abdul Rojak (taekwondo), Sutiono (balap sepeda), dan Alex Pulalo (sepak bola) dalam kegiatan torch relay. Sebanyak 900 pengemudi GrabBike dari seluruh Indonesia ikut mengawal rombongan Kirab Obor Asian Games 2018 itu.

Grab VenturesGrab baru saja meluncurkan inovasi baru bernama Grab Ventures. Peluncurannya dilakukan di Jakarta pada Rabu (29/8/2018).

Peluncuran program Grab 4 Indonesia 2020

Peluncuran program Grab 4 Indonesia 2020. Liputan6.com/Agustinus Mario Damar

Ridzki menjelaskan, inisiatif tersebut merupakan tambahan dari program Grab 4 Indonesia 2020 yang telah diluncurkan pada Februari 2017. Melalui program ini, Grab akan memberi dukungan berupa investasi terhadap start-up yang sudah berada di tahap pendanaan seri A atau B. “Kali ini, kami meluncurkan komitmen baru tambahan, yakni Grab Ventures dengan nilai investasi US$ 250 juta. Hal ini memungkinkan, karena kami memiliki ekosistem yang lengkap,” kata dia. Start-up yang dipilih juga harus memiliki value yang sama dengan Grab.”Selain itu, start-up tersebut juga mampu bersinergi dengan Grab dan berbagi nilai yang sama, yakni tidak hanya ingin memberikan kualitas terbaik, tapi juga menumbuhkan ekonomi digital,” ujar Ridzki.

https://www.liputan6.com/news/read/3633032/grab-berhasil-kuasai-pasar-ride-hailing-indonesia
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191227065254-37-125903/siapa-penguasa-sejati-pasar-ojol-ri-grab-atau-gojek
Language »