LOGO

Logo, sebuah istilah sejak awal dari Bahasa Yunani logos sampai kini telah mengalami perkembangan pengertian yang signifikan, dari awal yang berarti kata, pikiran, pembicraan, akal budi sampai berarti yang dikaitkan  dengan simbol, citra dan semiotik.

Kini, logo bagai sebuah bendera, tanda tangan dan sebuah lambang yang secara langsung tidak menjual, tetapi memberi suatu identitas, informasi, persuasi yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran. Seiring pertumbuhan dunia bisnis, desain dan sarana-prasarana atau dekade belakangan ini, lahir pendekatan baru dalam strategi dan taktik mendesain logo.

Menciptakan desain logo yang efektif untuk mempresentasikan sebuah perusahaan secara tepat merupakan suatu proses sintesis pengolahan berbagai unsur-unsur visual yang saling berinteraksi satu sama lainnya untuk menghasilkan komposisi visual yang selain estetis dan menarik, juga yang terpenting mampu menyampaikan pesan/informasi tertentu seperti yang diinginkan. Proses pengolahan unsur-unsur visual tersebut dilakukan dengan cara yang sangat rumit dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait, sebab logo harus tampil menonjol di tengah ‘keramaian visual’ yang saling berlomba mempertontonkan diri. Namun meskipun sebuah logo harus terlihat eksis di tengah ‘belantara visual’, sebaiknya tampilannya tidak terlalu rumit dan tetap sederhana agar relatif mudah diingat, dipahami dan sekaligus dapat menarik perhatian target audiens yang dibidiknya.

Seiring dengan perkembangan dunia periklanan, peran logo menjadi amat penting terutama dalam pembuatan strategi branding sebuah produk. Fungsi identitas inilah yang merupakan tujuan utama dari sebuah logo. Dengan hanya melihat logo seseorang akan ingat, tertarik, lalu membeli. Dari fungsi ini, logo kemudian menjadi ukuran sebuah citra, baik citra sebuah produk, perusahaan, lembaga maupun organisasi.

Logo tidak berfungsi untuk menjual, dia hanya mewakili identitas dari suatu entitas tertentu, namun logo merupakan titik awal pengenalan identitas dalam rangka menawarkan produk/jasa sebuah perusahaan/ organisasi/lembaga. Jika diibaratkan dengan seseorang, logo itu adalah wajahnya. Kita bisa mengenali seseorang ketika melihat wajahnya, baru kemudian teringat dengan sifatnya, prilakunya dan sebagainya. Begitu juga dengan logo yang mewakili perusahaan, dimana kita mengenali perusahaan dari logonya, baru kemudian mengingat bagaimana pelayanannya, kualitas produknya, dan sebagainya. Idealnya, sebuah logo harus mampu meningkatkan potensi kesan pertama secara signifikan dari konsumen dan atau target audiens yang dibidiknya. Oleh karena itu, desain logo yang bagus dan dapat dikatakan berhasil apabila logo tersebut: (1) mampu membangun loyalitas antara bisnis/ jasa dengan konsumen/target audiensnya, (2) mampu membangun identitas merek, dan (3) mampu memberikan tampilan visual yang terlihat mapan dan profesional bagi entitas yang diwakilinya. Dalam perkembangannya, saat ini logo berfungsi sebagai acuan sentral dalam strategi branding sebuah produk/ perusahaan

Makna logo ialah kriteria terpenting dalam tampilan logo adalah harus mampu menyampaikan pesan/informasi yang dapat dengan relatif mudah dipahami atau dimaknai oleh target audiens (khalayak sasaran) yang dibidiknya. Artinya kriteria ‘sesuai dan bermakna’ (relevant and meaningful) harus terakomodasi dalam sebuah desain logo. Oleh karena itu, sekali lagi, dalam proses pembuatan logo harus selalu dan tetap fokus pada pernyataan pesan/informasi yang akan disampaikan kepada khalayak sasaran, agar tampilan grafis desain logo mampu dengan mudah dicerna dan dipahami oleh khalayak. Dalam hal ini, biasanya desainer memanfaatkan tanda, ikon, atau simbol-simbol yang telah akrab dikenal oleh masyarakat, seperti  tanda panah yang menunjukkan arah, jempol ke atas bermakna bagus, tapak kaki berderet yang dapat diartikan sedang berjalan, dan sebagainya.

CONTOH DESAIN LOGO

  1. Logo Vallet (Aplikasi Desain Grafis Online)
  • Logo Burger King

Logo Burger King mengilustrasikan gambaran menggoda dan berbuih dari rantai makanan cepat saji, cocok untuk budaya makanan cepat saji di kalangan pemuda. Warna-warna hidup yang digunakan cukup menarik untuk menarik orang.

  • Logo Starbukcs

Siren melambangkan karakter putri duyung pada mitologi Yunanai yang memiliki 2 sisi yang berbeda. Konon banyak pelaut yang terpesona dengan kecantikan Siren, tapi kemudian ternyata si putri membawa bencana  bagi pelaut dengan nyanyian merdunya, mereka terlena dan akhirnya kapalnya terjerembab menghempas batu karang di laut. Sama halnya dengan kopi yang akan membuat banyak orang terlena bahkan tak sadar menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk secangkir kopi.

Language »