Dusun Bambu Lembang Bandung adalah destinasi wisata yang menyuguhkan perpaduan keindahan alam Priangan dengan budaya tradisional Sunda.

Dari namanya yang digunakan sudah menggambarkan itu. Bambu, adalah ornamen yang sangat lekat dengan budaya tradisional Sunda.

Bambu di tangan orang Sunda jaman baheula adalah bahan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Pertumbuhan gedung-gedung bertingkat di perkotaan membatasi gerak manusia karena ruang terbuka makin minim. Kemajuan teknologi memaksa manusia untuk semakin malas bergerak. Hanya dengan klik “enter”, komunikasi dengan teman yang jaraknya ribuan kilometer dengan yang hanya sebelah rumah jadi tidak ada bedanya.

Bagi kita yang mengalami masa kanak-kanak ataupun remaja setidaknya sebelum tahun 2000 pasti akan miris melihat fenomena ini. Susah banget lihat anak kecil sekarang kalau sore main layangan, kelereng, lompat tali, dan lain sebagainya. Anak jaman sekarang lebih jago ngajarin smartphone atau tablet ke orang tuanya.

Sementara itu jadi orang tua yang bekerja di Jakarta pun lumayan cukup stress ngerasain macet pergi-pulang kantor. Akhirnya ngga tahan juga pasti setiap tanggal merah dikit atau minimal Sabtu-Minggu langsung liburan keluar kota.

Kota Bandung masih jadi salah satu tujuan favorit liburan keluarga yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Bandung boleh diibaratkan teras rumahnya orang Jakarta, tempat biasa kita main bersama teman-teman waktu kecil. Berbagai macam wisata banyak ditawarkan di Bandung. Sebut saja wisata kuliner, wisata belanja, wisata alam dan wisata edukasi keluarga.

Trend liburan yang menggabungkan antara wisata keluarga dan wisata edukasi memang semakin meningkat saat ini. Ya itu dia, karena tuntutan situasi dan jaman sekarang yang serba instan dan terbatasnya ruang publik.

Berbicara soal tempat wisata keluarga yang sekaligus menjadi tempat wisata edukasi di Bandung sangat banyak pilihannya. Satu yang masih lumayan baru yaitu Dusun Bambu di Lembang. Alamat berada di Jalan Kolonel Masturi km 11.

Lembang sendiri memang terkenal sebagai kawasan berhawa sejuk di Bandung yang kaya akan objek wisata. Jadi tidak heran jika akses ke Lembang ini selalu macet, apalagi jika lewat jalan Setiabudi. Maka sebaiknya untuk menuju Dusun Bambu ada baiknya lewat Cimahi. Dan usahakan untuk berangkat pagi. Karena jika terlalu siang maka bersiaplah dengan antrian panjang mengular di pintu masuk Dusun Bambu karena tempat parkir mobil di dalam terbatas. Pengunjung pun rata-rata perlu waktu minimal 3-4 jam untuk menikmati suasana Dusun Bambu.

Setiap pengunjung akan dikenakan tarif 15 ribu rupiah per orang kecuali bagi anak dibawah usia 3 tahun. Lalu retribusi kendaraan bagi mobil sebesar 10 ribu rupiah dan motor 5 ribu rupiah. Di pintu masuk pengunjung terdapat instalasi pohon raksasa yang terbuat dari rangkaian bambu. Kemudian untuk menuju pusat rekreasi di Dusun bambu, pengunjung boleh memilih antara naik mobil shuttle atau jalan kaki.

Kami sendiri lebih memilih jalan kaki meskipun mobil shuttle pun gratis. Tak perlu waktu lama, hanya sekitar 10 menit saja melewati hijaunya persawahan. Walau matahari belumlah tegak diatas kepala tapi ramainya suasana di Pasar Khatulistiwa cukup mengundang perhatian. Walau didominasi oleh makanan khas Sunda tapi makanan dari berbagai daerah lain di Indonesia juga tersedia di foodcourt yang namanya memang unik ini.

Untuk keluarga atau pasangan yang ingin bersantap namun tak rela kehilangan quality time disediakan cara yang lebih ekslusif. Pilihannya bisa di Cafe Burangrang yang viewnya mengarah ke gunung Burangrang, Lutung kasarung yang membuat kita seolah-olah makan di dalam sangkar burung atau Purbasari yang menyediakan suasana makan lesehan di dalam gazebo yang viewnya danau. Tapi tentunya ada harga khusus yang harus dibayarkan untuk bisa menikmati makanan di 3 (tiga) fasilitas ekslusif tersebut

Language »