Kamu seorang HR yang baru terjun ke dunia kerja? Ingin membentuk suatu budaya kerja di perusahaan kamu? Sebelumnya, ketahuilah bentuk perusahaan kamu terlebih dahulu. Apakah perusahaan kamu itu korporasi atau startup. Mengapa harus mencari tahu terlebih dahulu? Karena kedua perusahaan ini memiliki budaya yang berbeda.Lalu dimana perbedaan budayanya? Artikel ini akan membantu kamu untuk mencari tahu perbedaannya. Jadi lanjut baca artikel ini ke bawah ya!

Budaya Kerja Korporasi

Kita mulai dari kata korporasi dulu ya, agar kalian tidak bertanya-tanya lagi. Jadi kata korporasi secara etimologis dikenal dari beberapa bahasa, yaitu Belanda dengan istilah corporatie, Inggris dengan istilah corporation, Jerman dengan istilah corporation, dan bahasa Latin corporation. Jadi korporasi adalah kelompok orang yang artinya “mendirikan badan” atau bahasa umumnya perusahaan. Lalu bagaimana dengan buadya kerja korporasi? Dalam dunia korporasi, korporasi memberikan sesuatu hal yang berbeda. Mereka yang bekerja di perusahaa korporasi tidak harus menjadi orang yang tahu semua hal, tetapi hanya fokus pada satu pekerjaan saja. Hal ini disesuaikan dari jabatan yang akan mereka jalani. Mereka akan bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan sesuai dengan kemampuan mereka.Dunia korporasi juga menjanjikan kenaikan gaji berkala dan mereka akan diberikan beberapa tunjangan. Tetapi, bekerja di dunia korporasi akan terdengar kolot pada jaman sekarang, karena anak-anak jaman sekarang lebih tertarik pada dunia startup. Memangnya seperti apa sih dunia startup? Nanti akan kita bahas, tapi kita lanjut dulu ya membahas budaya korporasi. Jadi dunia korporasi akan menawarkan beberapa nilai plus yang bermanfaat bagi sebagian orang. Korporasi menjadi tempat yang ideal bagi mereka yang berkompeten dalam tugas-tugas khusus dan lingkungan yang stabil. Nah, seperti itulah budaya kerja di dunia korporasi. Jika kamu ingin menjadi HR di perusahaan korporasi atau sudah bekerja di dunia korporasi, pastikan kamu memperkerjakan karyawanmu sesuai dengan posisi yang ia jabat. Lalu, bagaimana dunia startup? Lanjut baca artikel ini ya!

Budaya Kerja Startup

Jadi startup adalah perusahaan yang baru saja didirikan berada dalam pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Pastinya kamu udah sering banget dengar nih tentang startup, apalagi di dunia digital ini, karena startup sendiripun mencari peluang keuntungan dari dunia digital. Lalu bagaimana budaya kerja yang terbentuk di dunia startup? Berikutlah penjelasannya. Sebagai perusahaan rintisan yang memperkerjakan pegawai kurang dari seratus orang, startup biasanya menghilangkan hierarki antara bos dan karyawan, hal ini untuk membuat hubungan antara bos dan karyawan itu lebih fleksibel. Dalam budaya startup, karyawan akan memiliki kesempatan untuk memiliki kontak dengan CEO secara teratur, bertukar ide dengan porsi yang lebih banyak, atau sekedar makan siang bersama dengan seluruh tim, hal-hal seperti ini tidak akan ditemukan apabila bekerja di sebuah korporasi.Dalam dunia startup, karyawan diharapkan saling membantu. Berbeda dengan budaya kerja korporasi yang sudah dijelaskan di atas, karyawan dalam dunia startup tidak hanya fokus dalam satu pekerjaan.

Mereka yang bekerja di lingkungan startup bisa juga mengerjakan hal yang memang bukan pekerjaan dari jabatannya. Sebenarnya hal ini memiliki plus minus, plusnya kamu bisa belajar hal baru dan juga mengeratkan antar karyawan karena saling membantu, minusnya kamu akan sulit fokus mengerjakan apa yang harusnya kamu kerjakan. Nah, begitulah sekiranya budaya kerja dalam dunia korporasi dan startup. Tetapi masih banyak lagi perbedaan dari budaya kerja dunia korporasi  dan startup. Lalu ada apa saja? Lanjutkan baca artikel ini!

Perbedaan Budaya Kerja Korporasi dan Startup

Sekarang mari kita bahas perbedaan dunia kerja korporasi dan juga startup. Semoga pada bagian ini bisa menambah pengetahuan kamu tentang budaya kerja dalam dunia kerja. Jadi perbedaan budaya kerja korporasi dan startup dibagi menjadi tiga, yaitu waktu kerja, gaji dan tunjangan, dan juga seleksi masuk. Berikutlah penjelasannya!

Waktu Kerja

Untuk yang pertama adalah waktu kerjanya, jika dilihat dari waktu kerjanya biasanya startup memiliki jam kerja yang lebih fleksibel dibandingkan oleh korporasi. Karena dalam bekerja di perusahaan startup waktu kerjanya ditentukan oleh pekerjaannya. Semakin cepat dikerjakan, semakin cepat juga selesainya, jika semakin lama dikerjakan ya semakin lama juga selesainya.Ada terget-target yang ditentukan dalam sehari, jadi karyawan yang bekerja di startup tidak masalah mereka datang terlambat asalkan pekerjaannya selesai. Sedangkan untuk korporasi sendiri biasanya memiliki jam kerja yang lebih kaku dan juga aturan yang cukup mengikat. Contohnya saja jika terlambat masuk kerja, maka nantinya tidak mendapatkan uang makan siang atau jika memang di dalam satu bulan akumulasi dari keterlambatan melebihi batas, maka terdapat aturan pemotongan gaji.

Gaji dan Tunjangan

Lalu jika dilihat dari gaji dan juga tunjangan, startup ini identik memberikan gaji yang lebih tinggi dibandingkan oleh perusahaan korporasi. Taktik tersebut tentu saja dilakukan agar nantinya bisa mendapatkan talent yang terbaik untuk kemajuan perusahaan tersebut, karena seperti yang sudah dibahas di atas bahwa startup adalah perusahaan yang sedang berkembang, jadi dibutuhkan talent-talent yang berkualitas. Tetapi jarang ada startup yang memberikan suatu bonus ataupun tunjangan. Jika memang pekerjanya memiliki kemampuan yang baik, maka gaji yang akan dibayarkan juga akan lebih besar. Sedangkan untuk korporasi masalah gaji dan tunjangan sangat jelas. Jika pekerjanya dapat mencapai target, maka nantinya akan mendapatkan bonus yang disesuaikan dengan perhitungan.

Seleksi Masuk Perusahaan

Selain itu perbedaan dan budaya kerja di startup dan korporasi lainnya adalah pada seleksi masuknya startup lebih menjaring beberapa orang yang didasari dengan koneksi dan tidak terdapat serangkaian tes yang berbelit. Sehingga akan lebih mudah untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut. Sedangkan untuk korporasi tes masuknya sendiri cukup berbelit, terlebih jika perusahaan tersebut sudah besar. Namun dengan demikian akan mendapatkan pekerja dengan kualitas dan kemampuan yang baik.

Kamu sebagai seorang HR harus bisa ya, membuat budaya kerja sesuai dengan latar belakang dari bentuk perusahaan kamu. Kamu juga harus bisa nih menyesuaikannya, karena kebudayaan itu terbentuk dari kebutuhan-kebutuhan kantor kamu.Tapi pastikan budaya kerja di kantor yang kamu buat itu harus budaya yang positif. Mau tau seperti apa budaya kerja yang positif? Scroll ke bawah ya!

Budaya Kerja yang Positif

Walaupun bentuk-bentuk perusahaan berbeda dengan budaya yang berbeda, kamu seorang HR harus bisa loh membangun budaya kerja yang positif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan juga menjadikan karyawan loyal pada perusahaannya. Lalu seperti apa sih ciri-ciri budaya kerja yang positif? Berikut lah cara membangun budaya kerja yang positif:

Lingkungan Kerja Produktif

Karyawan akan merasa senang dan menikmati suasana saat bekerja ketika mereka merasa nyaman dan mendapatkan suasana yang kondusif di kantor. Jadi sebisa mungkin kamu jangan memberikan intimidasi pada karyawan yang berada di kantormu, itu akan membuat mereka merasa sungkan dan menghindar. Hal ini bisa membuat karyawan menjadi tidak produktif.

Komunikasi Terbuka dan Jujur

Sudah bukan rahasia lagi bahwa politik kantor biasanya menyebabkan suasana dan budaya kerja menjadi sangat tidak kondusif. Jika karyawan bisa menciptakan komunikasi yang jujur, terbuka terhadap feedback, serta bahu membahu untuk menyelesaikan suatu masalah, maka selamat, karena itu menandakan budaya kerja yang positif di suatu organisasi! Maka dari itu seringkali kantor membuat gathering, hal ini dilakukan untuk meningkatkan keakraban antar karyawan.

Suasana Seru

Tidak ada salahnya untuk sesekali tertawa bersama dan menikmati candaan di tengah-tengah penatnya bekerja. Dengan begini, karyawan bisa merasa rileks dan lebih tidak stress dibandingkan mereka yang hanya serius bekerja selama seharian penuh. Karena itu, banyak kantor-kantor sekarang menyediakan fasilitas seperti boardgames, cardgames, playstation, atau permainan olahraga seperti billiard atau tenis meja.

Ada Penghargaan dan Motivasi

Setiap individu di dalam organisasi sudah bekerja keras untuk mencapai target. Tidak ada salahnya untuk memberikan penghargaan dan motivasi berupa bonus, promosi, sertifikat, atau hadiah lainnya kepada karyawan yang sudah berjasa bagi perusahaan. Dengan begini, karyawan tentunya juga akan merasa dihargai.

Kerjasama yang Baik

Bukannya tidak mungkin apabila ada anggota tim yang menggunakan cara kotor untuk mendapatkan kesuksesannya sendiri. Budaya kerja yang baik diharapkan bisa mengurangi karyawan seperti ini, dan malah mendorong mereka untuk membangun tim dengan kerjasama yang baik. Berkompetisi boleh, tapi bukan berarti harus dilakukan secara negatif, kan? Ingat, masih ada kompetisi yang sehat tanpa disertai pengkhianatan dan agenda balas dendam dengan rekan kerja sendiri. Selain kelima ciri-ciri tersebut, perusahaan juga harus meningkatkan fleksibilitasnya agar terjadinya efisiensi dalam bekerja. Maka dari itu kamu harus mencoba nih aplikasi JojoExpense untuk meningkatkan efisiensi kamu dalam bekerja sampai 76%. Aplikasi reimbursement ini akan mempermudah kamu dalam urusan reimbursement di kantor, tidak harus mengumpulkan bon-bon karyawan yang dapat menyebabkan tertukarnya bon-bon itu.

jojonomic.com

Language »