Pebisnis kuliner wajib mengenai karakter konsumen makanan dan minuman zaman now. Mengenali target pasar dengan tepat merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan bisnis. Sayangnya, melakukan riset pasar untuk menggali profil pasar dan konsumen bukan hal mudah. Jangankan perusahaan skala kecil dan menengah, korporasi besar pun kerap harus menggunakan jasa pihak ketiga untuk menjalankan aktivitas penting itu.Tapi, lagi-lagi, upaya seperti itu nyaris mustahil dilakukan oleh pebisnis kuliner skala rumahan, kedai ruko, atau restoran kelas menengah. Tarif kontrak mempekerjakan perusahaan riset yang hasilnya bisa dipercaya jauh dari kemampuan mereka. Oleh sebab itu, para pebisnis kuliner mesti jeli memanfaatkan informasi yang ada. Sebagian hasil riset pasar semacam itu bisa kita temukan di internet, kok. Beberapa lembaga riset ternama rutin mengumumkan hasil riset rutin mereka. Asosiasi industri kadang-kadang juga mengumumkan hasil riset yang mereka lakukan sendiri, maupun pihak ketiga. Begitu pula dengan dengan korporasi besar.

Nah, baru-baru ini Gojek merilis hasil riset mengenai pasar layanan pesan antar makanan yang dilakukan Nielsen Singapura, berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market”. Selain membuktikan dominasi GoFood, layanan pesan-antar makanan milik Gojek, hasil survei tersebut juga memaparkan beberapa data terkini mengenai perilaku konsumen kuliner. Nah, sebagian besar di antara temuan survei bisa membuka cakrawala baru dalam memandang peluang bisnis kuliner.

Anda tertarik untuk mengetahui? Silakan simak di halaman selanjutnya.

Hasil survei Nielsen Singapura itu mengungkap beberapa temuan menarik. Salah satunya, orang Indonesia menyukai kuliner siap santap di luar rumah, meskipun masih ada yang belum menggunakan aplikasi untuk memesan-antar makanan. Survei mengungkap bahwa 95% konsumen urban Indonesia menikmati masakan siap santap dalam 3 bulan terakhir. Lalu, sekitar 58% di antara mereka memesan masakan siap santap melalui layanan pesan-antar makanan. Nah, rata-rata konsumen di area perkotaan memesan hampir 3 kali masakan siap santap melalui layanan pesan-antar makanan per minggu. Lalu,soal jenis masakan, menu masakan seperti apa yang paling banyak mereka pesan lewat layanan pesan-antar? Ternyata, masakan Indonesia masih menjadi favorit (82%), disusul oleh masakan siap saji (80%), dan minuman (49%) merupakan jenis kuliner yang sering dipesan melalui layanan pesan-antar makanan, seperti GoFood.

Demografi konsumen layanan pesan-antar berbeda untuk waktu makan siang dan makan malam. Untuk makan siang di tempat kerja, konsumen didominasi oleh para pekerja berumur 26-35 tahun dengan posisi eksekutif/ manajerial (22%), serta pegawai swasta (44%). Adapun untuk makan malam, pemesanan dari rumah mendominasi orderan.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa potensi bisnis kuliner yang menyediakan layanan pesan-antar masih luas. Selain urbanisasi dan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia terus bergulir, masih ada 42% konsumen di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir. Oke, sudah kita baca beberapa data survei pasar yang menarik. Lalu, kira-kira, strategi bisnis kuliner seperti apa yang bisa kita petik dari temuan survei di atas? JIka Anda masih mengikuti artikel ini, silakan lanjutkan di halaman berikut, ya Meski tak terlalu melimpah, data hasil suvei Nielsen Singapura itu bisa kita manfaatkan untuk melakukan rencana bisnis. Sekadar gambaran, misalnya, pebisnis kuliner mesti menimbang secara serius untuk menyajikan jenis masakan siap santap, mengingat 95% konsumen memesannya. Pebisnis kulier tak perlu minder kalau baru mampu merekrut koki yang hanya jago memasak menu masakan Indonesia. Lihatlah, ternyata 84% konsumen yang membeli makanan dengan pesan antar suka memesan menu masakan Indonesia. Jangan lupa untuk menawarkan menu minuman karena hampir separuh pemesan makanan juga memesan minuman. Kita lanjutkan, jika bisnis kuliner mengincar pasar karyawan atau pegawai, mestinya lokasi bisnis tidak jauh-jauh dari area perkantoran dan siap melayani orderan di siang hari. Sebaliknya, kalau mengincar pasar rumah tangga, pebisnis kuliner kudu bersedia membuka layanan pesan hingga malam hari. Sebab, hasil survei menunjukkan bahwa pemesan terbesar makanan di malam hari datang dari rumah.

So, siap menerima orderan?

Sumber : personalfinance.kontan.co.id

Language »