Hasil gambar untuk Society 5.0

Society 5.0 Tantangan Baru Bagi Generasi Milenial

Pembangunan sumber daya manusia diperlukan untuk menghadapi bonus demografi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi akan menjadi ancaman di masa depan. Pernyataan ini disampaikan oleh Eka Simanjuntak, Direktur Willi Toisuta and Asscociates dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan Rumah Milenial di kawasn Menteng, Jakarta Pusat. Itulah sebagian dampak dari menuju era Society 5.0, yang dimana Society 5.0 merupakan suatu konsep masyarakat yang berpusat kepada manusia (Human-Centered) yang berbasis teknologi (Technology Based).  Perkembangan teknologi yang begitu pesat, termasuk adanya peran-peran manusia yang tergantikan oleh kehadiran robot cerdas, dianggap dapat mendegradasi peran manusia.

Hal ini yang melatar belakangi lahirnya Society 5.0 yang diperkenalkan di kantor Perdana Menteri Jepang pada hari senin, 21 Januari 2019. Melalui Society 5.0 kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) akan mentransformasi big data pada segala sendi kehidupan serta The Internet of Things akan menjadi sesuatu kearifan yang baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Sebelum masuk kepada hal yang menjadi tantangan bagi generasi milenial, ada 2 fakta yang terdapat di dalam Society 5.0, yakni:

Akumulasi Data yang Melimpah

Berbasis pada sistem perawatan kesehatan dan banyak data operasi dari berbagai fasilitas manufaktur, jepang memiliki lingkungan yang kaya akan data mentah nyata dan dapat digunakan dalam ekonomi pasar dan industri saat ini.

Teknologi yang Dikembangkan dari “Monozukuri”

Teknologi canggih jepang yang dikembangkan dari “Monozukuri” (Keunggulan jepang dalam pembuatan berbagai hal) dan penelitian dasar selama bertahun-tahun, akan bekerja sebagai keuntungan untuk menciptakan produk menggunakan teknologi informasi seperti big data dan AI, yang kemudian dapat dirilis ke masyarakat.

Dari semua kelebihan yang ada di dalam Society 5.0, terdapat tantangan-tantangan yang bisa menjadi ancaman bagi generasi milenial. Dimulai dari revolusi industry 1.0 keberadaan manusia mulai digantikan oleh mesin-mesin. Seperti kita lihat di pabrik-pabrik, yang melakukan pekerjaan utama hanya mesin-mesin. Manusia hanya sebagai pelantara untuk memproduksi suatu barang. Sebagai kaum milenial yang hidup di era teknologi tentunya kita harus mahir dalam menggunakan teknologi tersebut.

Tantangan kaum milenial dalam menghadapai Society 5.0, ini yaitu:

Akumulasi Data

Akumulasi data yang melimpah akan membuat kaum milenial menjadi lebih sulit dalam memperoleh data yang akurat. Dalam artian akan sulit mengetahui kebenaran data tersebut sehingga timbullah informasi hoax. Tegantikannya pekerjaan manusia oleh mesin-mesin atau robot yang telah canggih akan mempersempit lapangan pekerjaan. Di zaman sekarang, untuk mencari pekerjaan sudah mulai sulit, apalagi jika semua pekerjaan menjadi terganti dengan adanya mesin-mesin tersebut.

Memuja Teknologi

Dapat dibanyangkan jika semua yang ada digantikan dengan mesin. Terlebih jika Society 5.0 semua teknologi yang ada sudah pasti jauh lebih canggih dari pada revolusi industry sebelumnya. Walaupun begitu, teknologi dapat membuat pekerjaan kita mudah, tetapi juga dapat menghancurkan kita. Seperti di zaman sekarang kaum milenial sangat berutung kepada teknologi, menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang lebih penting dari segalanya alis memuja teknologi.

Manusia Super Pintar

Dengan revolusi industry yang telah terjadi hingga 5.0, semakin lama manusia semakin menjadi mahluk yang anti sosial atau bisa disebut sebagai generasi menunduk. Orang di generasi ini lebih suka berinteraksi dengan gadget daripada berinteraksi dengan lingkungan sekitar atau dengan orang lain. Tetapi, berbeda dengan jepang yang telah menerapkan Society 5.0, Indonesia saat ini masih berfokus pada Society 4.0, bisa jadi Indonesia terutama kaum milenial masih belum siap menghadapi Society 5.0 yang merupakan masyarakat super pintar.

Language »