Do & Don’t Desain Grafis untuk Pemula

Desain grafis saat ini menjadi pekerjaan yang sangat diminati orang-orang dan juga banyak perusahaan mencari sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang itu. Apalagi dalam industri kreatif yang sedang berkembang seperti sekarang, banyak perusahaan rintisan (startup) ataupun corporate yang membutuhkan tenaga ahli desain grafis.

Desain grafis merupakan hasil eksekusi dari ide-ide dan dituangkan dalam konsep visual. Buat kamu yang punya disiplin ilmu desain grafis, selamat! Kamu punya kans untuk mengembangkan ide-ide brilian kamu di era revolusi industri 4.0 ini.

Meskipun kamu gak punya pekerjaan yang tetap, santai saja.. di era modern seperti sekarang banyak perusahaan yang mencari pekerja lepas (freelancer) dalam berbagai keahlian, apalagi desain grafis.

Terus bayarannya berapa?

Pokoknya besar banget, cuy!

Tapi, buat kamu yang disiplin ilmunya bukan desain grafis dan punya interest dalam bidang itu, kamu bisa mempelajarinya dari berbagai platform, seperti melihat tutorial di internet ataupun melalui kursus secraa offline.

Biasanya, banyak pemula sering kali melakukan kesalahan, terutama dalam pekerjaan desain grafis yang kebanyakan disepelekan orang lain. Buat kamu yang baru memulai belajar desain grafis, simak do & don’t dibawah ini. Let’s check it out!

Do

1. Riset

Riset merupakan proses yang harus dilakukan di awal sebelum memulai konsep dan bermain dalam kreativitas. Pastinya hal ini pun membutuhkan penangkapan informasi yang banyak supaya alur pekerjaan dan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

2. Pertimbangkan Psikologi Warna

Tiap orang memiliki persepsi yang berbeda pada suatu desain. Tapi beberapa warna bisa memberi efek yang sama untuk semua orang. Inilah yang disebut dengan psikologi warna karena bisa menimbulkan efek-efek khusus bagi penikmatnya.

3.Gunakan Font Style Formal

Font style berpengaruh dalam pembentukan persepsi orang. Arial, Calibri, Garamond, Helvetica merupakan contoh font style yang bisa menjadikan desain lebih cantik dan dinilai formal.

4. Sabar Menggunakan Tools

Ketika harus mengambil langkah tertentu untuk dijadikan komposisi desain, kamu bisa menggunakan tools dalam platform desain grafis dan harus berhati-hati dengan memperhatikan detail-detail gambar. Kalau saja kamu kurang teliti dalam proses ini, desain akan menjadi terlihat kasar dan kamu dianggap gak kompeten.

Don’t

1. Terlalu Banyak Teks

Huruf merupakan salah satu elemen dalam desain grafis. Terkadang dalam suatu desain kita menemukan teks dengan komposisi yang cukup ataupun terlalu banyak. Itulah yang akan merusak nilai estetika suatu desain akibat komposisi teks yang terlalu banyak dan mendominasi.

2. Menggunakan Font Style Comic Sans MS

Font style dalam suatu desain berpengaruh pada psikologi tiap orang, apalagi font style Comic Sans MS yang sudah banyak digunakan dan dinilai terlalu mainstream. Selain ukurannya yang gemuk dan memakan banyak tempat, font style ini akan mengurangi tingkat formalitas desain yang kamu buat.

3. Tidak Memperhatikan Jarak Antara Huruf

Seorang desainer grafis harus memperhatikan hal-hal yang bersifat detail, seperti memperhatikan jarak antar huruf. Jarak antar huruf yang tidak konsisten akan membuat para pembacanya merasa tidak nyaman.

4. Fokus Pada Pemberian Bayangan

Pemberian bayangan pada belakang huruf adalah suatu pilihan dari taste tiap desainer. Meskipun sifatnya pilihan, tapi pemberian bayangan yang tebal akan membuat orang-orang kesulitan dalam membaca. Hal ini pun yang akan menunjukkan kalau kamu belum ahli dalam mendesain.

5. Menggunakan Warna RGB  

Warna-warna RGB (Red Green Blue) memang lebih menarik. Tapi di lain sisi warna tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal ketika dicetak. Karena mesin printer kebanyakan menggunakan sistem warna CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) yang menjadikan warna semakin berkualitas dan terlihat stand out.