Jeda dari kami, Warga Negara Indonesia untuk COVID-19

Melihat kondisi global yang tak terelakkan dari wabah COVID-19, kami sebagai pelaku startup, berupaya semaksimal mungkin membantu berbagai pihak, terutama Pemerintah dalam mencari solusi dalam penyelesaian persoalan ini.

Melihat fenomena dari waktu ke waktu, kami merilis Alternatif Solusi Penanganan COVID-19 melalui apa yang kami pahami dan semoga hal ini menjadi solusi yang baik bagi Indonesia. Sebagaimana informasi yang kami sampaikan sebelumnya, bahwa kami merilis Algoritma untuk Penanganan Wabah Corona dengan Pendekatan Divide and Conquer. Hal ini dapat dilihat dalam ilustrasi berikut.

Langkah-langkah di atas dapat diuraikan sebagai berikut.

Asumsi Threshold (Ambang Batas dari Akurasi Pencampuran Swab setiap orang = 100), angka 100 merupakan Konstanta yang dapat diubah berdasarkan pertimbangan hasil yang akurat dan tidak terjadi bias.

  1. Buat peta Cluster per +/- 100 orang, atau per RT, berikutnya diberi nama C untuk masing-masing Cluster.
  2.  Setiap orang diambil sampel Swab kita beri nama S (Sampel), berarti akan ada S1 – S100 untuk per 100 orang.
  3. Sebagian lalu dicampur per cluster dalam botol C1 sd CN. Definisi dicampur disini adalah S1 + S2 + S3 + … + S100.
  4. Kirimkan ke Lab untuk Uji COVID-19 secara akurat untuk mendeteksi yang Negatif/Positif dengan logika OR.
  5. Asumsi jika Lab menggunakan metode uji per 50 Cluster, maka Lab akan mencampur C1 – C50 lalu diuji dengan logika OR.
  6. Jika Negatif maka C1 – C50 tdk perlu Physical Distancing.
  7. Jika positif maka Lab bagi 2 dan lakukan uji ulang dengan sebagian Swab sebelumnya (karena belum dipakai semua), C1 – C25 diberi nama X1 diuji dan C26 – C50 diberi nama X2 juga diuji, ini disebut sebagai Sub Cluster (X).
  8. X1 dan X2 diuji mana yang positif dengan logika OR.
  9. Jika X1 Positif maka diterapkan Lockdown, begitu juga sebaliknya.
  10. Jika X1 Negatif, tidak perlu Physical Distancing, begitu juga sebaliknya.
 
Penjelasan terhadap Poin 3.
Asumsi jika S1 positif (terinfeksi COVID-19) dan dicampur dengan S2 negatif, lalu diuji dengan alat yang akurasinya sekitar 95%, akan memunculkan hasil Positif.
Menggunakan Algoritma OR dengan representasi sebagai berikut.
Positif = 1
Negatif = 0

 

Asumsi Pertama

A Positif maka nilainya 1
B Negatif maka nilainya 0
C Negatif maka nilainya 0
D Negatif maka nilainya 0
E Negatif maka nilainya 0

Algoritma A OR B OR C OR D OR E menghasilkan Nilai 1 (Positif)

 

Asumsi Kedua

A Positif maka nilainya 0
B Negatif maka nilainya 0
C Negatif maka nilainya 0
D Negatif maka nilainya 0
E Negatif maka nilainya 0

Algoritma A OR B OR C OR D OR E menghasilkan Nilai 0 (Negatif)



Penerapan Algoritma ini akan menghemat biaya uji secara signifikan dengan hasil yang akurat dan cepat tanpa proses lockdown yang lama, karena inti dari lockdown adalah memisahkan yang sakit dengan yang sehat.

Peluang Penggunaan Algoritma Divide and Conquer

Kami merilis beberapa peluang dalam penggunaan Algoritma Divide and Conquer (bagi dan taklukkan) sebagai berikut:

Saat ini populasi Indonesia lebih dari 272 Juta Jiwa, tentunya untuk melakukan uji secara mandiri dan keseluruhan, akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

 

ASPEK KECEPATAN dan KEPASTIAN WAKTU

Uji Keseluruhan

Dengan asumsi biaya uji secara mandiri adalah Rp 50.000, maka biaya yang diperlukan untuk melakukan uji keseluruhan adalah Rp 50.000 X 272 Juta Jiwa. Ditambahkan bahwa kondisi saat ini, tidak memungkinkan untuk melakukan Lockdown, sehingga setiap orang masih dimungkinkan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, sehingga diperlukan pengujian ulang untuk memastikan tingkat validitasnya.

Menggunakan Divide and Conquer

Asumsi kami menggunakan istilah Zona Merah (Cluster dimana terdapat 1 orang atau lebih yang Positif terinfeksi COVID-19) dan Zona Biru.

272.000.000 dibagi 100 = 2.720.000 Cluster dimana setiap Cluster dapat diuji, sehingga dalam waktu yang lebih singkat, diketahui secara Nasional berapa jumlah Cluster yang masuk Zona Merah atau tidak. Ditambahkan lagi saat ini kemampuan Lab di seluruh Indonesia juga terbatas, sehingga proses optimalisasi menjadi titik penting.

Setiap Cluster yang menjadi Zona Merah disarankan untuk Lockdown agar tidak terjadi kembali penyebaran/penularan pada Cluster Zona Biru.

Metode ini juga tidak perlu Lockdown dalam jangka waktu yang lama, karena Lab untuk berikutnya hanya melalui Uji dari masing-masing Cluster yang masuk Zona Merah dengan Teknik Sub Cluster (X).

 

ASPEK BIAYA

Uji Keseluruhan

Komponen Biaya minimum yang diperlukan:

  • Biaya Pendukung Masyarakat, agar tetap berkelanjutan, salah satunya melalui Bantuan Langsung Tunai.
  • Biaya Pengadaan APD, Masker, Penanganan COVID-19.
  • Biaya Lockdown dalam jangka waktu yang belum dapat ditentukan.
  • Biaya seluruh aktivitas perekonomian yang tidak dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa dalam jangka waktu yang ditentukan.

 

Menggunakan Divide and Conquer

  • Biaya Lockdown dapat diminimalisir, karena hanya Zona Merah yang Lockdown.
  • Biaya seluruh aktivitas perekonomian yang dapat diminimalisir dengan adanya kepastian waktu dalam Penanganan COVID-19.

Estimasi Waktu Penyelesaian Penanganan COVID-19

Terdapat beberapa Komponen yang diperlukan untuk melakukan perhitungan secara cermat Estimasi Waktu Penyelesaian Penanangan COVID-19:

  1. Jumlah Lab
  2. Jumlah Alat Ukur
  3. Jumlah RT (dapat menjadi Jumlah Cluster)
  4.  Jumlah Tabung Penampung Swab

Kami membuat Asumsi sebagai berikut untuk menyederhanakan perhitungan

  • Jumlah Populasi : 100.000 Jiwa
  • Jumlah Lab : 5
  • Jumlah RT : 1.000
  • Jumlah Alat Ukur dan Jumlah Tabung Penampung Swab cukup
  • Waktu yang diperlukan 1x Uji : 8 jam
  • Kapasitas Uji Maksimum (secara Paralel) setiap Lab dalam 1 waktu : 50

dari asumsi di atas, terdapat 1.000 Cluster maka dapat dilakukan 1.000 dibagi (5 X 50) = 4 gelombang X 8 jam = 32 jam

maka dalam 32 jam dapat dikelompokkan Zona Merah dan Zona Biru.

Asumsi terdapat 2 Zona Merah maka terdapat 2 Cluster @ 100 Sampel (Asumsi adalah C1 dan C2)

C1 akan dibagi menjadi Sub Cluster X11 dan X12 (masing mencampur kembali Swab untuk 50 Sampel)

C2 akan dibagi menjadi Sub Cluster X21 dan X22 (masing mencampur kembali Swab untuk 50 Sampel)

Lalu asumsi kembali ditemukan bahwa X22 Positif terinfeksi, maka dibuat kembali Sub Cluster yang lebih kecil yaitu X221 dan X222  (masing mencampur kembali Swab untuk 25 Sampel) begitu seterusnya hingga akhirnya dapat diketahui secara pasti waktu yang diperlukan untuk mendapatkan orang yang benar2 Positif terinfeksi COVID-19.

Our Startup

Create visual content faster & easier than you ever imagined

First Online Graphic Design Application in Indonesia

Our Solution:

  • Access to Many Indonesian Characteristic Online Editable Templates and Graphic Design Assets
  • Provide Affordables Graphic Design Assets
    Provide Online
  • Platform that Easy to Use for Designing

#DesignEasier

Create Your Design

Tips for You

Click and Explore All Your Design Needs !

Language »